Tonjok Bayu Gatra, Rizky Pora Terdepak dari Timnas Indonesia

Klikfifa Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, mencoret Rizky Pora dari skuatnya. Rizky terdepak dari daftar pemain Tim Garuda di kualifikasi Piala Dunia 2022 akibat memukul Bayu Gatra.

Pemukulan yang dilakukan Rizky kepada Bayu terjadi saat Barito Putera bertandang ke markas PSM Makassar Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, pada laga pekan ke-13 Shopee Liga 1, Rabu (14/8/2019).

Selepas pertandingan, Rizky Pora yang merupakan kapten Barito Putera memukul wajah Bayu Gatra. Akibatnya, winger PSM itu terjatuh di lapangan.

Sikap tak sportif yang diperlihatkan Rizky Pora berbuntut panjang. Simon McMenemy memutuskan untuk mendepak Rizky dari daftar 24 pemain Timnas Indonesia, yang akan menghadapi Malaysia dan Thailand.

“Kami mengharapkan tingkat disiplin tertinggi dari para pemain Tim Nasional. Ini telah dibahas beberapa kali dan para pemain telah diingatkan jika mereka adalah representasi dari seluruh pemain Indonesia,” kata Simon di situs resmi PSSI.

“Para pemain Tim Nasional adalah contoh bagi semua, Ini prinsip dan saya tidak main-main dengan hal ini. Pemain harus memahami tanggung jawab yang datang dengan mewakili negara yang begitu bersemangat dan bangga,” lanjutnya.

Digantikan Febri Hariyadi

Mantan pelatih Bhayangkara FC itu telah memilih pemain Persib Bandung, Febri Hariyadi, untuk menggantikan tempat Rizky Pora. Febri dinilai memiliki pengetahuan taktik dan formasi yang baik.

“Poinnya, kami mencari pemain yang bisa menjadi role model, pemain yang mampu menjalankan instruksi serta mampu bermain dalam sistem yang kami inginkan,” papar Simon.

“Tentu kami berharap seorang pemain juga memiliki pengetahuan taktik yang baik, sehingga mampu bermain dalam formasi yang berbeda dan juga posisi yang berbeda,” kata pelatih berusia 41 tahun tersebut.

Timnas Indonesia akan mengawali perjalanan di kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia dengan melawan Malaysia pada 5 September 2019 dan Thailand pada 10 September 2019. Dua laga itu akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.