Jelang Tottenham vs Liverpool, Mourinho Curhat Soal Tim

Klikfifa – Jelang pertemuan Tottenham Hotspur versus Liverpool, Jose Mourinho menumpahkan isi hatinya terkait komposisi tim. Menurutnya, perlu waktu untuk merombak skuat karena manajemen Tottenham tak pernah mampu meniru Liverpool atau Chelsea dalam berburu pemain di bursa transfer.

Seperti diketahui kekuatan Tottenham jelang menjamu Liverpool di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (12/1/2020) dini hari, pincang menyusul cederanya Harry Kane. Kapten tim itu harus menepi akibat cedera hamstring dan kemungkinan baru akan pulih pada April mendatang.

Kondisi itu belum ditambah dengan cederanya Moussa Sissoko yang makin membuat Si Lili Putih hanya mampu pasrah dengan keadaan. Solusi tercepat yang mungkin akan dilakukan Mourinho adalah dengan menggaet Krzysztof Piatek dari AC Milan. Hanya dalam hitungan hari, pemain asal Polandia itu resmi diperkenalkan sebagai amunisi baru Spurs.

Membalik ke belakang, Mourinho sebelumnya dikenal sebagai pelatih yang gemar membeli pemain mahal. Di awal menjadi juru taktik Chelsea pada 2004, tercatat The Special One menghabiskan dana sebesar 90 Juta Pounds atau setara dengan Rp1,6 Trilun.

Hal ini berbeda dengan Tottenham. Dari lima setengah musim saat masih ditangani Mauricio Pochettino, manajemen hanya menggelontorkan dana 50 Juta Pounds (Rp898 Miliar). Itu pun belum langkah penghematan untuk membangun stadion baru yang angka mencapai 1,2 Miliar Pounds (Rp21,5 Triliun).

Mourinho sadar dengan kekuatan yang ada sekarang butuh waktu untuk bersaing jika ingin menguasai Liga Primer Inggris. Ia mencontohkan bagaimana Liverpool yang ketika itu membutuhkan kiper, Juergen Klopp yang mengincar Alisson Becker. “Dia adalah salah satu dari tiga kiper terbaik di dunia,” katanya seperti dikutip Sky Sports.

“Tapi kami harus melakukannya dengan cara yang berbeda. Bursa transfer yang luar biasa, Anda membutuhkan lebih sedikit waktu. Bursa transfer seimbang, Anda membutuhkan lebih banyak waktu dan ini adalah Tottenham. Bagi saya ini soal waktu, jadi lebih banyak pemain yang diperlukan karena kami tidak akan pernah menjadi raja di bursa transfer.”

[embedded content]